Sumpah...malam ini saya benar benar rindu lagi untuk menulis.mengisi blog yang sudah sangat lama terlantar.Sudah satu tahun lebih.Parah ya.Saya sendiri juga bingung apa yang menyebabkan saya malas menulis.
Tapi..ah sudahlah..saya tak perlu membahasnya.Karena malam ini ketika keinginan menulis itu muncul, saya langsung memenuhi keinginan itu.Hmmm...mau menulis apa ya ? ahaa..saya may menyampaikan kabar gembira lho..mau tahu ? yuk lanjut
Ya..bagi teman-teman blog walking..saya udah punya baby lho.Alhamdulillah ya sekarang udah 5 bulan 12 hari. Baby perempuan yang cantik, pintar dan sehat.Ia hadir setelah penantian panjang saya dan suami hampir 7 tahun lho.
Tepatnya baby fitri atau biasanya saya sebut baby hadir kedunia tanggal 2 september 2011.Lengkaplah kebahagiaan kami dan keluarga.Bayi yang mengisi hari-hari kami.Bayi yang menghibur dan makin mengeratkan kasih sayang kami.
Hari-hari kami khususnya saya sejak kehadirannya berubah, tentu saja sibuk mengurusnya. Sebuah pengalaman seru setiap hari dan menjadi moment yang sangat berharga untuk dilewatkan.Sehingga saya memilih untuk full time di rumah bersamanya.
Dibalik suka tentu ada dukanya.Hmmm kayanya tentang baby f akan menjadi topik dominan dalam tulisan blog ini nanti ya.Ya..baby f akan jadi semangat saya untuk menulis.Menceritakan segala aktifitasnya dan kelucuannya tiap hari.
So...jangan bosan ya membaca pengalaman saya bersama baby f...semoga nanti bisa bermanfaat...saling sharing dan tukar info...sippp
Selengkapnya...
Selasa, 14 Februari 2012
Kabar Baru Dari Pemilik Blog :D
Minggu, 12 Desember 2010
Euforia Pengumpulan Sumbangan (Berkaca dari Kasus Gempa Sumbar 2009)
setiap kali ada bencana di seluruh wilayah di Indonesia, selalu saja kita sebagai saudara tergerak untuk membantu. Baik dengan bantuan doa, tenaga maupun melalui sumbangan. sumbangan pun terdiri dari barang dan uang tunai.
Tak heran jika bencana terjadi di suatu daerah, yang jelas dan nampak adalah banyaknya berbagai elemen berlomba-lomba mengumpulkan sumbangan.Ada yang membuka pos bantuan ini dan itu.Dari mahasiswa, paguyuban, instansi pemerintah, swasta, LSM dll.
Warga dihimbau atau diminta menyumbangkan barang ke posko. Baik berupa sembako, pakaian layak pakai dan barang-barang kebutuhan korban bencana lainnya. Selain itu mereka juga menerima uang yang katanyan nanti akan dibelikan barang-barang untuk dikirimkan.
begitu juga pada saat ini ketika bencana wasior, merapi dan mentawai, di kota saya khususnya berbagai elemen masyarakat berlomba-lomba membuka posko. Bahkan seakan telah menjadi euforia.
Sebagai salah seorang yang pernah menjadi korban gempa tahun 2009 waktu pulang kampung ke pariaman 2009 lalu, dan melihat langsung proses penggalangan bantuan yang ternyata ribet saat distribusinya, saya menilai jika penggalangan bantuan untuk korban bencana akan lebih baik hanya mengumpulkan uang tunai.
Mengapa saya menyarankan hal itu ? ya..ketika saya kembali ke kota domisili saya sekarang pasca gempa 2009, saya terharu melihat antusias berbagai elemen masyarakat mengumpulkan bantuan. Salah satunya adalah kawan-kawan saya yang juga membuka posko. mereka mengumpulkan barang dan uang tunai.
Salah satu barang yang banyak disumbang warga adalah pakaian layak pakai. Tapi, layak di sini jauh dari layak pakaian yang diterima. Sehingga harus disortir. Bahkan saya melihat posko bantuan menjadi ajang “membuang” pakaian tak berguna mereka.
Ketika masa pengumpulan bantuan sudah berakhir, tibalah saatnya pengiriman bantuan ke Padang. Teman-teman saya yang punya “lobi” dengan pemerintah daerah, menggabungkan pengiriman barang -barang hasil posko mereka dengan bantuan pemerintah daerah.
bahkan uang tunai yang diterimapun diberikan untuk tambahan barang-barang. Hasilnya ketika berton-ton barang itu diangkut dengan pesawat terbang, yang terjadi adalah rasa was-was karena barang-barang itu tidak muat di pesawat. Sehingga sejumlah barang terpaksa ditinggalkan, karena jika dipaksakan akan mengancam keselamatan penumpang yang ikut.
Bantuan itu diserahkan ke pemkab padangpariaman, diterima langsung secara simbolis oleh bupati.Tapi yang terjadi, penyaluran dari pemkab padangpariman ke korban bencana lamban. Karena manajerial mereka terhadap bencana belum maksimal. banyak barang-barang bantuan menumpuk. bermacam alasan dari kekurangan tenaga hingga masalah kekurangan transportasi dan lainnya.
Sehingga terjadilah kasus warga yang menjemput paksa sendiri bantuan ke kantor bupati dengan cara-cara mereka yang marah.
Berkaca dengan kasus di atas, saya menyarankan kepada berbagai elemen masyarakat yang membuka posko bantuan, akan lebih baik menerima sumbangan dalam bentuk uang tunai. kemudian uang itu nanti diserahkan ke pundi amal yang dibuka oleh media massa dan elektronik khususnya televisi swasta nasional.
Khusus untuk TV swasta nasional sudah terbukti mampu mengelola bantuan pemirsa.karena jelas dan nyata bantuan itu digunakan untuk membangun berbagai sarana dan prasana yang dibutuhkan. Bukti fisik jelas terlihat.selain itu auditnya pun jelas.
Mohon maaf, mengutip kalimat teman saya di facebook, kadang ajang pengiriman bantuan dari suatu pemda ke daerah bencana adalah ajang wisata. Berbondong-bondong datang dengan biaya dari pemerintah daerah. alangkah lebih baiknya uang untuk biaya perjalanan para wisatawan bencana itu juga disumbangkan.
Selengkapnya...
tips berjualan online
setelah selama ini aktif menjadi pembeli di toko online teman-teman di facebook, akhirnya sekitar dua bulan lalu saya memulai membuka toko online. barang yang saya jual awalnya hanya teh herbal organik daun jati cina. Itu juga saya dapatkan awalnya dari tetangga. Karena merasakan khasiatnya saya menawarkan diri untuk membantu memasarkan.
Saya memberanikan diri untuk membuka akun facebook toko online. Saya foto teh itu dan saya cantumkan khasiat dan harganya. Saya add teman-teman yang merupakan teman dari akun facebook pribadi saya.
Alhamdulillah respon mereka cukup baik, hari pertama saya berhasil menjual 10 bungkus teh dan dapat keuntungan Rp 5000. Kalau dilihat sepintas memang kecil uang sebesar itu. Tapi, kalau dikalikan 10 bungkus, lumayan juga untuk membeli bedak hehehe…
Sejak saat itu saya makin rajin menambahkan teman. Saya juga rajin update status dan link foto teh itu. Sehingga teman dan teman saya pun bisa melihatnya. Bahkan tidak hanya teman-teman dari dalam kota yang memesan, tapi juga dari luar kota, seperti Jakarta, Batam, Medan, Pekanbaru dan Padang.
Ketika permintaan teh ini sudah cukup tinggi, saya memberanikan diri memesan langsung ke suppliernya di Jawa. Lumayan harga yang saya dapat lebih murah sehingga saya bisa memberi diskon pada reseller. Hingga saat ini Alhamdulillah teh herbal saya sudah bisa memberi rezeki pada orang lain yang menjadi reseller.
Ada pertanyaan dari sejumlah teman, mengapa saya bisa sukses menjual teh herbal ? ini jawabannya :
- Rajinlah menambahkan teman, khususnya yang teman dari teman kita atau mutual friend
- Rajin update status khususnya promosi tentang barang yang kita jual, minimal sekali dalam 1 jam
- Rajin membagikan link berupa foto maupun testimoni tentang produk kita, minimal 1 jam sekali
- Rajinlah mencek komentar dan membalasnya, jadi memang harus rajin online setiap saat. Hal ini bisa diakali dengan online di HP
- Rajinlah mengupdate proses pengiriman barang ke pembeli, seperti nomor resi sehingga calon pembeli lain makin yakin dengan kita
- Berilah penghargaan seperti diskon kepada reseller dan pembeli yang rutin membeli
- Jalinlah komunikasi seperti menanyakan kondisi pembeli setelah mengkonsumsi barang yang kita jual, seperti teh tadi
- Bertanggungjawab terhadap proses pengiriman barang dan ikut mencheck ke kurir seperti melalui telepon, jika dalam waktu yang dijanjikan pembeli belum menerima barang yang ia pesan
Intinya, sebagus dan sebanyak, semurah atau se ekslusif apapun barang yang kita jual, tapi dengan promosi yang hanya sesekali, yakinlah itu akan sulit laku. Hal ini sudah saya lihat pada toko offline teman yang juga berjualan online.
Mungkin mereka pikir dengan sekalu update status dan foto, semua teman akan melihatnya. Padahal tidak seperti itu. Karena status di FB akan bergerak terus. Jika kita hanya update pagi, maka teman-teman yang online siang atau sore bakalan tidak akan melihat status atau foto-foto yang kita jual.Kecuali mereka mengintip profile kita.Tapi, saya yakin akan jarang dilakukan orang.
Ok.bagi yang mau membuka toko online, silahkan ikuti tips di atas atau bagi yang udah punya toko online juga, silahkan beri tips yang lainnya. Semoga bisa sukses juga. Thanks :) Selengkapnya...
Ternyata Ada Villa di Tengah Hutan
batu-batu raksasa ribuan tahun Subhanallah, itu yang terucap dari mulut saya teman-teman lain ketika memasuki komplek Villa Bukit Tiram, di desa Bintan Bekapur, Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Jumat sore (3/12). Kekaguman itu terlontar karena tidak menyangka, di tengah hutan di kaki Gunung Bintan dan yang lebih mengagetkan di atas bukit batu berdiri villa-villa dengan nuansa alami. Villa-villa yang baru berjumlah 10 unit itu, berdiri di pinggang bukit. Hanya satu villa utama yang berdiri di puncak bukit. Batu-batu besar yang dipastikan berusia ribuan tahun menghiasi setiap sudut komplek villa. Sementara tanaman-tanaman khas hutan menambah kealamiannya. Pemandangan alam di sekeliling bukit itu sangat indah, karena kita bisa melihat Gunung Bintan -gunung satu-satunya di Pulau Bintan- dari dekat. Bisa melihat laut yang mengeliling Pulau Bintan serta melihat kapal dan sejumlah bangunan tinggi di Kota Tanjungpinang, khususnya Kantor Walikota yang berada di Senggarang.

Saya langsung update status di facebook tentang keindahan tempat itu dan sejumlah komentar pun bermunculan. Ternyata memang tempat itu belum diketahui banyak orang bahkan warga di sekitar itu juga masih sedikit yang tahu.
Saya bersama sejumlah teman-teman datang ke tempat itu atas undangan Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, dalam rangka sarasehan penulis. Ternyata pihak Dispar juga baru tahu ada tempat seindah itu baru baru ini.

gunung bintan terlihat jelas dr villa
Ternyata dari hasil ngobrol saya dengan yang punya villa itu, Pak Norman, villa itu sengaja belum terekspos ke masyarakat karena memang belum saatnya di launching. Karena ia masih ingin sempurna semua villa yang ditargetkan jumlahnya selesai dibangun. Memang pada saat itu sedang ada pembangunan tambahan kamar.
Norman yang etnis China ternyata adalah seorang pengusaha besar. Tapi, ia sangat low profile. Pada saat kegiatan itu, ia turun tangan langsung melayani kami, khususnya dalam menyiapkan makanan di meja prasmanan. Ia mengontrol lauk dan kebutuhan lainnya, meski ada karyawannya.
Yang lebih membuat saya kagum, ia tampil santai seakan bukan dia yang memiliki villa itu. Baju kaos putih tipis dan celana pendek. Berbeda dengan karyawannya yang mengenakan celana panjang.
Dari hasil ngobrol saya dengan keponakannya, yang membantu dia di sana ( maaf namanya lupa), Norman memiliki pabrik dan kafe di Kota Batam. Selain itu dalam waktu dekat sebuah restoan seafood juga akan beroperasi tak jauh dari villa itu.
Bukit batu itu dan tanah di sekitarnya adalah milik buyut mereka. Villa itu sendiri sebenarnya sudah berdiri sejak 10 tahun lalu secara berangsur-angsur dibangun. Selama ini baru diperuntukan untuk villa keluarga dan tempat acara internal perusahannya.Tapi, ditargetkan tahun depan villa itu akan beroperasi. Selengkapnya...
Rabu, 25 Agustus 2010
Mengapa Menghargai Karena Penampilan ?
Sebelum bulan puasa lalu saya pergi undangan ke rumah salah seorang sanak saudara yang menikahkan anaknya. Saya pergi sendiri-secara suami saya memang tak suka diajak ke acara seperti itu- siang hari, berharap tamu-tamu sudah tak banyak.
Sampai di sana,memang tak banyak tamu. Saya tak tahu apakah karena memang siang hari itu belum banyak tamu atau memang undangannya yang tak banyak. Dari parkiran motor saya melihat dua orang penunggu tamu, yang saya kenal.
Saya tersenyum kecil kepada mereka, tapi ternyata sambutan mereka luar biasa. Si ibu A, menyambut saya dengan sapaan manis dan akrab. Bahkan memanggil saya dengan "ibu".
" Aduh ibu ina kenapa sudah lama tak nampak, makin cantik saja.Masuk arisan perkumpulan lagi yuk," ujarnya berbasa-basi. Hal itu ditimpali kawannya ibu B.
Saya sedikit kaget dengan sambutan yang luar bisa itu. Mengapa ? karena selama ini ibu A yang saya kenal dan tahu, tidak ramah dan susah senyum khususnya kepada saya. Tapi sekarang kok bisa berubah dratis begitu.
Selesai makan dan pamitan pada tuan rumah, saya kembali dicegat oleh dua orang ibu tadi khususnya ibu A. Dia mengajak saya ngobrol dengan alasan sudah lama tak bertemu.
Ya memang, nyaris hampir 3 tahun saya tidak pernah bertemu dia, sejak saya tidak lagi ikut arisan perkumpulan keluarga asal kampung saya.
Tapi, kok sekarang dia ramah gitu ? padahal dulu dia tak pernah menyapa saya apalagi mengajak ngobrol. Diajak senyum juga tak mau membalas. Bahkan seakan menganggap saya adalah orang yang tak penting di setiap acara arisan.
Kejadian ini saya ceritakan pada seorang keluarga. Kesimpulannya sama seperti dalam benak saya. Si A menghargai saya, berubah sikap terhadap saya dan menjadi orang yang ramah pada saya karena status dan kondisi saya sekarang yang sudah berubah.
Dulu saat saya baru menikah, kondisi saya masih pas-pasan. Pergi arisan saya sederhana. Saya juga tidak mau banyak bicara, karena saya tahu adalah anggota baru dan berusia masih kecil dibandingkan mereka.
Kondisi itu dihargai sebahagian mereka dengan "meremehkan saya". Hal itu jelas terlihat dari perkataan dan sikap. Tapi, sebagai orang muda saya mengalah. Karena, saya tahu hidup di rantau tak bisa sendiri, minimal harus tetap menjaga silaturahmi dengan orang sekampung.
Akhirnya saya memutuskan tak ikut lagi arisan perkumpulan itu. Seiring waktu saya disibukan dengan berbagai aktifitas dan kehidupan saya mulai berubah. Seiring itu juga penampilan saya juga menyesuaikan dengan aktifitas saya.
"Jadi dia itu menilai kamu itu dari penampilan saja. Dia melihat kamu itu sudah selevel mungkin juga lebih di atas mereka, Sehingga berusaha merebut hati kamu," kesimpulan saudara saya.
Saya tercenung mendengar hal itu. Tapi itu memang sesuai yang saya perkirakan. Mereka hanya menghargai karena penampilan saya, status sosial dan kondisi saya saat ini. Saya berharap saya tidak seperti orang-orang itu. Untuk itu saya tak mau lagi bergabung dengan perkumpulan itu.
Masih banyak orang lain yang bisa menjadi saudara meski beda suku. Orang yang menghargai kita sebagai manusia, bukan karena melihat status sosial, harta dan kasta.
Selengkapnya...
Tak Seperti Promosinya
Tak seperti promosinya. Begitulah komentar kecewa saya ketika membaca sebuah buku yang habis-habisan dipromosikan melalui FB. Dengan promosi yang mengutip sedikit bagian cerita buku, membuat saya penasaran. Tapi ketika dibeli dan dibaca, saya hanya membuka beberapa lembar dan kemudian buku itu harus bersabar dibaca ketika saya tidak lagi punya bahan bacaan.
Bukan sok, tapi saya kecewa dengan promosi yang berlebihan seperti itu. Sebagai pembeli dan pembaca saya merasa terkecoh. Padahal saya sudah membayangkan isi buku itu luar biasa dan menyenangkan. Karena promosinya begitu gencar.
Setidaknya ada tiga buku dari dua penulis berbeda yang hanya beberapa lembar saya baca dan kemudian diletakan di lemari.Semoga saya ingat untuk kembali meneruskan membacanya.
Ya, saya tahu penulis itu menerbitkan sendiri bukunya alias penerbit indie. Tentu ia harus bekerja keras agar bukunya bisa terjual dan ongkos cetak tertutupi. Tapi, kalau dengan cara seperti itu terkesan hanya mementingkan uang saja. Bukan kepuasan pembaca, apalagi kebutuhan pembaca akan informasi dan hasil dari membaca tidak terpenuhi.
Ini adalah pelajaran bagi saya untuk tidak tergoda membeli buku yang isinya ternyata tidak menarik. Dan saya pun sudah malas mengomentari status dari para penulisnya.
Selengkapnya...
Status Facebook
Sebagai pengguna aktif facebook setiap hari, bahkan jam dan bahkan menit hehehe...saya sering memperhatikan status-status teman-teman yang jumlah sudah mencapai ribuan. Diantara yang terpantau tentu yang sering update status. Disinilah saya bisa melihat sejumlah sifat dan karakter seseorang. Ada yang apa adanya, ada yang lebay, ada yang narsis, ada yang lucu, ada yang sok tua, ada yang tak peduli dengan status kawan, ada yang care, ada yang serius, ada yang kurang tahu, pokoknya bermacam-macam.
Tapi dari sekian karakter itu, saya mempunyai sejumlah catatan dari status-status tersebut.
1. Ada tokoh yang hanya mementingkan ketokohan dia,membuat status tentang "kehebatan" dia, kegiatan dia. Endingnya tak mau membalas komentar penggemarnya. Tokoh ini juga tak mau membuat status yang ringan dan membuat orang yang membaca tersenyum bahkan tertawa. Akhirnya tokoh ini bagi saya membosankan dan sudah malas saya mengomentari statusnya.
2. Ada tokoh hebat juga yang apa adanya. Selain status-statusnya menunjukan aktifitas dia, seringkali dia membuat status ringan, lucu bahkan membuat yang membaca ikut senang. Dia juga sering membalas komentar penggemarnya.
3. Ada teman yang sering membuat status dengan kalimat yang tak dimengerti. Bukan karena menggunakan bahasa asing, tapi menggunakan kalimat yang berbelit-belit. Endingnya bukan kecerdasan dia yang muncul, tapi sok-sokan dia yang nampak.
3. Ada teman yang sering membuat status tentang kedekatannya dengan Tuhan. Status bernada doa dan kepasrahan. Padahal endingnya dia jauh dari hal itu. Munafikun
4. Ada teman yang membuat status yang membuat orang lain yang tak kenal dia, menganggap dia sesuai dengan status yang dia buat. Seperti status yang seolah-olah dia punya sopir pribadi, punya rumah mewah, pekerjaan mantap dan sebagainya.
5. Ada teman yang sering membuat status rasa rindu dan kangen kepada pacar.Tapi dengan kalimat yang membuat banyak orang eneg. saya sudah pernah mendelete orang ini dari daftar teman.
6. Ada teman yang sering membuat status lucu. Pokoknya setiap kita membaca pasti tertawa, happy dan riang gembira.
7. Ada teman yang sering membuat status tentang derita dia, sehingga seolah-olah berharap belas kasihan dari teman-teman lain. Padahal penderitaan dia tak separah status dia.
8. Ada teman yang sering membuat status seolah-olah hanya dia yang punya kerjaan. Sok sibuk.
9. Ada teman yang suka membuat status sok kritis, menyikapi kebijakan pemerintah, kejadian dsbnya.
10. Ada teman yang suka membuat status menyindir seseorang di FB.
11. Dll....
Selengkapnya...






