Rabu, 14 Oktober 2009

ketika nyawa sudah sampai di leher


Sore itu,rabu 30 september sekitar pukul 5 sore cuaca di kampungku,pauh sicincin sedang mendung.Aku dan empat orang adikku sedang berkumpul di ruang tengah menonton acara tv.Saat itu juga ada dua orang adik sepupuku dan etak beserta dua orang anaknya yang main ke rumah.

Cuaca mendung membuat perutku lapar.Kuminta,adikku yang ketiga,Revi untuk memasak mie instant.Ia segera memenuhi permintaanku.Entah mengapa hari itu ia tidak banyak cerewet kalau dimintai tolong."Mungkin karena besok aku sudah kembali ke tanjungpinang,jadi dia mau dimintai tolong tanpa embel-embel apapun," pikirku senang.

Ya,sejak tanggal 19 september aku memang sudah di kampung dalam rangka mudik lebaran.Tanggal 1 oktober rencananya aku akan kembali ke tanjungpinang melalui jalan jalan darat ke pekanbaru dan dilanjutkan dengan pesawat RAL ke tanjungpinang.


Tak lama,pamanku yang biasa kupanggil Ajo datang membawa oleh-oleh kerupuk mentah.Aku sangat senang.Pada saat itu aku masih sempat membuat status di FB tentang rasa senang atas oleh-oleh dari beliau.

Sambil menunggu mie masak,aku menggoda anak etek yang bernama Putri.Aku pura-pura akan membawa adiknya,Syifa yang masih berumur 5 bulan ke Tanjungpinang.Sang kakak,putri,tampak cemas dengan godaanku.Kubawa syifa sampai ke pintu depan dan terus menggoda putri.

Karena kasihan melihat putri yang baru berumur 3 tahun,aku pun kembali meletakan syifa di pangkuan ibunya.Kini giliranku menggoda syifa yang berpipi tembem.Saat itulah rumah bergetar kuat dan aku tersadar itu adalah gempa.

Spontan aku keluar rumah sambil meneriakan gempa dan diikuti oleh semua orang yang ada di dalam rumah.Saat itu aku berpikir gempa itu hanya sebentar dan akan berhenti saat aku sampai di halaman rumah.Ternyata gempa makin kuat dan membuat aku meneriakan Allahu Akbar berulang kali sambil menutup telinga karena tidak tahan mendengar suara getarannya.

Kulihat tembok bagian rumah yang roboh,diikuti rengkahan di bagian atas dan sisi kanan kamar mak.Gempa masih berlangsung,aku berteriak meminta ampun pada Allah."Allahu Akbar,Allahu Akbar,ampun ya Allah,ampun ya Allah !" teriakku keras menandingi suara getaran gempa yang semakin keras.

Saat itu aku berpikir mungkin inilah dunia kiamat.Saat itu aku merasakan kematian sudah sangat dekat.Nafasku terasa sudah sampai di leher dan akan keluar meninggalkan tubuhku.Kuingat dosa-dosaku,kuingat segala kesalahanku,Kuingat ibadahku yang masih kurang baik.Masih sempat kuingat suamiku yang berada di Tanjungpinang dan aku pasrah jika memang kami terpisah karena bencana ini.

Aku pasrah sambil mengucapkan kalimat syahadat dalam hati."Jika aku mati,aku masih dalam keadaan mengingat Allah," pikirku.

Dalam situasi yang mencekam itu,aku masih melihat ke sekelilingku.Kulihat pamanku hilir mudik tak tentu.Adik sepupuku menangis histeris memeluk uminya.Kulihat adik bungsuku widodo,berpegangan pada pondok tempat adik ibuku berjualan sambil melafazkan azan.Sedangkan ayah yang baru pulang dari pasar,hanya termenung seperti orang linglung.

Saat itulah kuingat ibu yang sedang ke pasar dan adiikku Isan yang masih di sekolah sore itu.Aku berdoa dalam hati semoga mereka dalam keadaan baik.

Perlahan gempa pun berhenti.Suasana hening dalam beberapa saat dan kemudian kami mengucapkan rasa syukur tak terhingga.Kami semua berkumpul di halaman dan tak berani masuk rumah karena takut gempa susulan,sementara rumah sudah dalam keadaan rusak parah meski masih berdiri tegak.

Mak datang dengan mata merah.Ia menanyakan sejumlah barang berhargaku,seperti handphone,laptop dan perhiasan.Aku bilang tak usah memikirkan itu semua,karena yang penting nyawa kita semua selamat.

Mak seperti mau menangis,tapi aku cegah dan mengatakan kerusakan rumah kita tidak seberapa dibanding tetangga yang rumahnya jebol di bagian depan,kiri dan kanang,meski atapnya masih berdiri.
Pamanku teringat dengan nenek dan kakekku,ia segera pergi dengan motornya untuk mengetahui keadaan kakek dan nenek.

Mak seakan penasaran dengan keadaan rumah,ia tetap masuk dan memeriksa setiap sudut rumah.Ternyata rumah bagian dalam tak kalah rusaknya.Rengkahan besar di setiap sudut dan siap jatuh setiap saat.Wajahnya murung dan seakan mau menangis.Tapi aku kembali mengingatkan harus tetap bersyukur,meski rusak parah,rumah masih berdiri dan barang-barang di dalamnya masih bisa terlindung hujan dan panas.

Saat itu aku teringat dengan mie yang dimasak revi.Ternyata kompor masih menyala.Aku bersyukur kompor itu tidak jatuh dan meledak.Segera apinya dimatikan dan miennya sudah mengembang.

Rumah Umi,adik ibuku di sebelah hanya mengalami retakan sedikit.Sedangkan rumah etek juga rengkah di bagian dalam meski sepintar terlihat masih bagus.Yang cukup baik hanya rumah ante,mungkni karena rumah baru.

Tak lama kemudian kami dapat kabar,rumah nenek hancur,jebol di bagian depan,ruang tengah dan dapur meski juga tetap masih berdiri.Kemudian terdengar lagi jika rumah warga lainnya banyak yang rata dengan tanah dan ada yang tewas ketimpa reruntuhan.

Senja menjelang,listrikpun padam,sinyal HP tak ada Gerimispun turun.Kami kebingungan untuk memberi kabar ke suamiku di Tanajungpinang.Mak juga teringat adikku rika yang kerja di kota padang.Tempat kerjanya adalah ruko lantai tiga.Ia terus bergumam mendoakan adikku selamat.

Untung dapur kami cuma retak sedikit.MAlam itu kami tidur di dapur.Makan nasi berlauk mie yang dimasak revi.Sedikit tapi dibagi-bagi.Keluarga yang lain juga ada yang tidur di rumah ante yang tidak rusak.

Sepanjang malam aku tidak bisa tidur,memikirkan bagaimana cara memberi kabar ke suamiku.Aku yakin berita gempa pasti sudah sampai di sana.Sedangkan aku tak bisa dihubungi,karena sinyal HP tidak ada.Batreku juga sudah sekarat.

Pagi harinya aku mencoba mencari telepon rumah.Kata orang telepon rumah tetap berfungsi.Alhamdulillah,dekat mesjid ada orang yang punya telpon rumah dan mau meminjamkannya.Ternyata tidak mudah menguhubungi suamiku.Tapi aku tetap berusaha terus sampai akhirnya tersambung.

Kudengar nada senang yang tak terhingga dari suamiku.Ia mengaku sangat khawatir karena tidak bisa menghubungiku.Bahkan katanya ia sedang mencari tiket pesawat ke padang untuk mencariku.Meski cuma berbicara sebentar,aku juga bersyukur, senang dan lega sudah bisa menghubunginya.

"Tuhan,terima kasih atas umur panjang dan kesempatan terus memperbaiki diri," ucapku dalam hati.
Selengkapnya...

Senin, 14 September 2009

Sensasi Mudik

Mengapa sih harus mudik ? kenapa sih kalau tidak mudik ? apa harus mudik ? begitu sejumlah pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya dan mungkin anda yang merantau di kota lain.

Jika anda ditanya pertanyaan seperti itu ? apa jawaban anda ? Kalau saya akan memberikan jawaban,mudik itu banyak sensansinya hehehe...dan yang tidak pernah merasakan mudik adalah orang yang rugi,karena tak punya pengalaman lahir dan batin merasakan perjalanan yang penuh berbagai rasa.Pokoknya nano nano deh.

Bagi saya sendiri,sensasi mudik dimulai dari memburu tiket untuk mudik.Tanya ke agen travel sini,tanya sana,telepon sini dan telepon sana.Survei harga dan bandingkan harga.Pokoknya meski melelahkan,tapi menyenangkan meski akhirnya kadang kehabisan tiket karena kelamaan survei.Tapi masih banyak untuk mudik.Kalau tak dapat yang udara,ya lewat laut juga boleh.

Kemudian sensasi ,mempersiapkan oleh-oleh untuk keluarga di kampung.Khususnya oleh-oleh untuk ortu dan adik-adik.Berburu oleh-oleh,seperti pakaian di mall khususnya yang lagi diskon hehehe adalah pengalaman yang mengasyikan.

Kemudian persiapan pengepakan barang yang harus ekstra mengeluarkan jurus selip sana selip sini,karena koper dan tas sudah ga muat.Soalnya,demi membahagiakan keluarga,semuanya mau dibawa hehehe..

Sensasi lainnya adalah ketika berebut naik kapal (klu mudik naik kapal ya),soalnya penumpang kapal itu ga setertib pake pesawat.Jadi meski berdesakan,tetap enjoy karena dalam dada ada harapan besar bertemu keluarga.

Sensasi yang tak kalahnya selama dalam perjalanan.Seperti saya yang naik kapal dari Tanjungpinang menuju Dumai,biasanya akan menghabiskan waktu kurang lebih 6-8 jam.Pegel,capek,bosan bercampur jadi satu.Apalagi klu hiburan di kapal juga membosankan hehehe...

Tapi,lagi-lagi semua itu dinikmati dengan sebuah rasa yang tak bisa dilukiskan dan tidak membuat patah arang untuk kembali mudik tahun depan.Proses menunggu barang turun dari bagasi kapal saat sudah sampai di pelabuhan juga melahirkan sensasi tersendiri.

Perasaan was-was koper tertukar,hilang atau rusak adalah pengalaman tak terlupakan.Kemudian dilanjutkan dengan kekuatan ekstra yang entah datang darimana tiba-tiba kuat mendorong koper sambil menenteng tas oleh-oleh,kardus serta tas selempang.Padahal kalau hari biasa,kondisi itu mustahil dilakukan.Tapi,semangat mudik memberi kekuatan tersendiri.

Perjalanan belum usai,seperti saya dari Dumai harus menyambung dengan angkutan travel.Di luar pelabuhan sudah banyak orang yang mencari penumpang travel.Kondisi ini melahirkan sensasi tersendiri.Ada yang sok tahu jurusan kita dan kemudian malu hati ketika calon penumpang yang "paksa" naik ke travelnya ternyata bukan ke jurusan tersebut.

Kemudian perjalanan dari Dumai ke Padang juga punya sensasi lain.Mobil yang kadang melaju kencang,melahirkan perasaan khawatir namun berharap cepat sampai di rumah.Kantuk yang kadang tertahan karena gerah dan posisi duduk yang tidak nyaman juga adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Makin dekat menuju kampung halaman,rasa debat,senang,gembira menjadi satu.Tak sabar rasanya sampai di depan pintu rumah dan disambut hangat keluarga.

Sensasinya belum berakhir ketika koper,tas,kardus dibuka oleh keluarga dan berebut melihat oleh-oleh yang kita bawa,adalah sebuah kebahagian tersendiri.Meskipun oleh-oleh itu tidak mahal,tapi rasa senang dari wajah keluarga menghilangkan semua "perjuangan"mudik tadi.

Hmmm...sensasi apalagi ya ? masih banyak sih tentang pengalaman bertemu sanak saudara yang sudah lama tak bertemu,kawan-kawan lama waktu sekolah juga memberikan sensasi tersendiri.

Pokoknya mudik adalah ritual yang penuh rasa sensasi alias nano-nano.Beruntunglah anda yang masih diberi kesempatan merasakan mudik meski tidak tiap tahun.Selamat mudik,semoga lancar dan selamat sampai di tujuan.





Selengkapnya...

Selasa, 08 September 2009

Tawaran Itu

Ya Allah,jantung saya rasanya mau copot ketika membaca pesan itu.Saya nyaris tak percaya dengan apa yang saya lihat.Sebuah pesan singkat di FB,tapi begitu dalam maknanya.Hmmm...saya rasanya sudah tak sabar untuk berbagi di sini.

Tapi,saya juga harus menahan diri.Karena saya masih ingin menunggu semua itu menjadi nyata.Karena saya bukan tipe orang yang suka berkoar-koar dan kemudian malu hati ketika semua itu tidak terwujud.

Yang jelas,pesan itu berisikan sebua peluang kepada saya.Peluang dan tawaran yang diajukan langsung oleh seseorang yang punya kekuasaan untuk memutuskan sesuatu.Hmm...apakah ini hadiah ulang tahun terindah yang saya terima ?

Wallahuallam...kalau memang menjadi nyata,ya mungkin inilah hadiah terindah yang pernah saya terima.Sebuah penghargaan yang tidak bisa saya nilai dan sangat berharga.

Mungkin pembaca sudah penasaran dengan apa sih maksud saya dalam tulisan ini ? ya...saya memang ingin berbagi sebuah kebahagiaan,tapi masih baru sedikit.Karena kalau sudah 100 persen baru saya akan tumpahkan di sini hehehe....

Mohon doanya saja supaya apa yang ditawarkan kepada saya itu bisa terwujud.Amin.

Selengkapnya...

Minggu, 06 September 2009

Ucapan dan Do'a Ultah Saya

Muhammad Sutiyadi met milad ....

Niko Bintang Selamat Ultah Na.Semoga panjang umur,sukses lahir batin.amin

Denita Diana Dewi HaPPY birtHDaY ya.........

Izka Iskandar Happy b'day.. Moga sukses selalu

Budiana Gustini selamat ultah ya bu.. sukses..[budiana+buyung]

Iwan Restiawan met ultah ye

Yosi Astri Selamat Ultah ya dek... semoga selalu dilimpahi karunia oleh Allah...

Elvirta Revianti Selamat Ulang Tahun ya Jeng....Moga Panjang Umur, Murah Rezeki, dan segera dikarunia Allah momongan. Tetap berusaha dan Tetap Semangat !!!
Gw kan pengen punya ponakan juga he....he...


Uwi Yulikah happy birth day mbak....


Rhiena Manis met ulang tahun ya jeng,,, moga makin sukses trus..karna mau lebaran ditunggu THRnya heng,... kkwkwkwkwk...


Fitria Yenni slmt ulang tahun y na...mga akn jdi lbh baek kdpn...ga ush skrg dech traktiran ny pas pulkam aj..lbran plg kan dtnggu...xiiix..x..xxii


Herry Fria Met ultah ya ni..smoga panjang umur, sehat slalu.


Desi A. Sari happy happy bday. all the best ya! hv a blessed life


Eva Yanti Selamat ulang tahun Ana.semoga selalu dberi kesehatan yg membuat dpt menghasilkan karya2 yg membanggakan dan berguna utk bgsa qta


Andri Yusmar Karibatuah Selamat Ulang Tahun ya Uni....semoga selalu dlm lindungan Allah SWT


Puji Resseque Alta Rahlita Heppi Besdeyy..


Mellyta Siregar Hai cantik,ternyata kita beda sehari aja ya...hehe...

Met ultah ya non,mkn cantik,sukses sllu n Gbu...


Mike Widya UNI INA............SALAMAIK ULTAH YO UNI....PANJANG UMUAH SEHAT SELALU BANYAK REZEKI.....TAMBAH DISAYANG SUAMI.....POKOKNYO SADOALAH NYO SE LAH......


Dian Anggraini Ehm...
Met Ultah K'ina..
Moga Pnjg Umur,Murah Rezeki,apa yg diinginkan trkabul n sukses sllu...AmIN..


Samsul 'Q' Itu Aku met oeLtah,.. do'aku semoga do'a2 dari temen yang lain bisa di ijabah'i.. amiiin


Doli Boniara Assalamualaikum Uni Ruzzi, Selamat Ulang Tahun Yo :)


Sultan Syaifullah Blueis Happy Milad na, semoga semuanya tercapai di tahun2 berikutnya.. amin.. ditunggu deal acaranya sebelum di serang KJPS hehe...


Hanifah Nur Sebelum lupa, selamat ulang tahun duluan ah... Semoga ina makin sukses dan dilimpahi rezeki yang buanyak...


Fakhri Yansyah
kak ana....slmt ultah ya kak....smg kk semakin sukses, cpt dpt momongan, panjang umur, murah rezeki, semakin gemilang saja dlm berprestasi.....dan tetap menjadi sumber inspirasi bagi para wanita.....

Salimah memasak bubur
Utk juadah buka puasa
Slmt ulta...h smga pnjg umur
Sntiasa dlm lindungan yg maha kuasa....amin....

Dari : Fakhri


Ika Maya Susanti Met milad ya Na' besok... moga makin menjadi wanita yang inspiring deh! :)


Oyong Liza Piliang Hepi bisde.. Uzi :) smga sukses selalu..GBU


Dyah Purwaningsih happy b`day my sister... sukses slalu cpat2 jd ibu pjabat...


Onne Padli hut rri ke 100


Firman Boey Sahur...met ultah ya moga panjang umur dan sukses slalu...dan di sayangi oleh keluarga.


Kang Odoy selamat hari lahir lah, semoga panjang umur mba! kapan buka bersama lagi hehe...

Selengkapnya...

Ternyata Umurku Sudah 29 Tahun


Alhamdulillah Ya Allah,ternyata usiaku sudah mencapai 29 tahun.Begitu kalimat yang terucap saat saya menyadari dan tahu kalau umur saya sudah 29 tahun pada 7 September 2009 ini.Jujur saja sih,kadang saya baru menyadari kalau tanggal itu sudah lewat beberapa hari hehehe..maklum saya bukan pemuja hari lahir,seperti wajib dirayakan,berharap kado dari keluarga,kawan atau pasangan.

Saya biasanya hanya menikmati sendiri ultah dalam hati dan bersyukur atas usia yang masih diberikan oleh Tuhan.Segelintir ucapan dan tanpa suprise apalagi hadiah dari orang-orang terdekat. Saya akui pada tahun ini ada suasana lain dan istimewa pada usia saya yang ke 29 ini.Banyak yang teman yang ngucapin selamat dan memberikan doa.

Bahkan sejak dua hari sebelum hari H,mereka sudah mengucapkan selamat ultah dan doa.Terkejut dan terharu juga sih atas perhatian mereka.Ga nyangka,meski hanya kenal wajah dan berkomunikasi lewat situs jejaring sosial facebook,mereka ternyata punya perhatian pada saya."Terimakasih banyak ya kawan-kawanku atas ucapan dan doanya,"

Ya.FB memang punya andil dalam memberitahukan kepada banyak orang tentang tanggal lahir saya.Jadi,jika semula selama ini cenderung adem ayem saja suasana jelang ultah,sekarang ini lebih semarak dengan ucapan selamat dan doa dari kawan-kawan."Thank very much to FB..I Love u Full," hehehe.

Kembali kepada usia saya yang sudah 29 tahun,sungguh saya baru menyadari jika usia itu sudah termasuk usia yang matang dan dewasa.Jujur saja,kadang saya merasa masih berusia 20 tahun hehehe..

Bukannya sok muda dan imut,tapi mungkin perasaan seperti itu dipicu dengan lingkungan kerja dan kawan-kawan yang membuat saya merasa happy dan enjoy menikmati hidup.Sehingga saya merasa tidak pernah merasa usia saya sudah mendekati kepala 3...wow...

Selain itu,meskipun sudah menikah namun saya belum dikarunai momongan.Mungkin juga hal itu yang membuat saya masih merasa belum "tua".Biasanya status sebagai seorang istri dan ibu,membuat wanita lebih cepat tua dari usia sesungguhnya.

Hal itu bisa saya lihat dari tetangga dan sejumlah teman yang usianya jauh di bawah saya,namun kelihatan lebih tua dari saya.Bukan narsis dan memuji diri sendiri,tapi memang begitu opini yang diberikan banyak orang.Bahkan ada orang yang baru kenal menyangka saya masih lajang hahahaha....


Di usia yang sudah matang ini,saya berharap terus diberi kesehatan,umur panjang,kemudahan rezeki,kelanggengan perkawinan dan yang sangat utama cepat diberi momongan oleh Allah.Amin.

Untuk kado spesial dari suami tercinta....hmmm..seperti biasa saya tak pernah berharap dan dia juga memang tak pernah memberi hik hik hik...
Bukannya dia pelit atau tidak perhatian,tapi saya tahu persis,suami saya bukan tipe lelaki sok romantis atau berusaha meromantis romantiskan.

Dalam diamnya dia sangat perhatian kepada saya.Dia sering memberikan kejutan yang tidak saya sangka.Jangan mengira kejutan itu seikat kembang,coklat atau lingerie seksi, tapi adalah tindakan dia yang tidak saya duga.

Pernah saat istirahat siang di kamar,iseng-iseng saya bilang kalau kamar tidur dicat ungu seperti lebih hangat suasananya.Seperti biasa dia hanya diam dan saya juga tak berharap dia akan memenuhi.

Eh taunya keesokan harinya,saat saya pulang kerja saya kaget bukan main.Kamar tidur saya sudah dicat warna ungu.Oh..suamiku..dalam diammu ternyata sangat perhatian pada diriku.

Tidak hanya itu saja,dia juga membuat saya makin terkaget-kaget ketika sebulan setelah saya mengkhayal untuk mempercantik rumah kami dengan hiasan batu alam,dia memwujudkan impian saya itu.Padahal waktu itu dia tak berjanji apalagi menanggapi khayalan saya.

Masih banyak tindakan suami saya yang menurut saya lebih romantis dari ucapan dan janji manis banyak kaum pria lakukan pada pasangannya.Semua itu makin membuat saya yakin,dia memang sangat sayang dan perhatian pada saya.

Jadi,di usia 29 tahun ini kado yang saya harapkan dari suami tercinta hanyalah kesetiannya,rasa sayang dan cinta yang makin besar dan perhatiannya yang tidak berkurang.

Untuk semua kawan-kawanku yang sudah mengucapkan selamat dan memberi doa,sekali lagi terimakasih banyak ya.Semoga apa yang kalian ucapkan diijabah oleh Allah dan dapat balasan yang lebih baik dari-Nya.Semoga persahabatan kita makin erat meski kita ada yang hanya bertemu di dunia maya.Amin
Selengkapnya...

Minggu, 30 Agustus 2009

Rencana Mudik

Alhamdulillah,bulan puasa datang lagi dan lebaran dalam hitungan minggu akan datang.Sebuah ritual yang rutin dilakukan banyak orang khususnya perantau adalah mudik.Begitu juga dengan diriku yang sudah 5 tahun tak mudik pas lebaran.Biasa saya mudik setelah lebaran atau sebelum puasa.

Tapi tahun 2009 ini saya benar-benar ingin mudik ke Padang.Tapi,sayangnya keinginan muncul sehari menjelang puasa.Cek harga tiket pesawat sudah melambung 2 kali lipat.Sungguh fantastis.Harga biasa yang cuma Rp 600 ribu sekarang naik jadi Rp 1,2 jt.Bahkan beberapa hari kemudian naik menjadi Rp 1,8 juta.Wow...gilaa

Harga selangit itu tidak menyurutkan saya,masih ada alternatif seperti lewat jalan laut.Akhirnya setelah survei dan perbandingan harga saya memutuskan lewat jalan laut.
Lewat jalan laut relatif murah,karena ongkos kapal cuma Rp 300 ribu dari Tanjungpinang ke Dumai.

Dari dumai akan dilanjutkan dengan mobil travel ke padang melalui jalan darat,dengan ongkos Rp 130 ribu.Total biaya untuk mudik sekitar Rp 500 ribu.Jauh lebih murah dari ongkos pesawat.Cuma "kekurangannya" agak capek karena memerlukan waktu seharian,yakni dari subuh hingga malam sampe di rumah.

Rencananya saya akan mudik bareng famili.Karena suami tak bisa mudik.Semula ia tak membolehkan saya mudik lewat jalur laut,tapi karena tiket pesawat yang melambung dan sulit dan sudah habis pada tanggal saya mudik,akhirnya ia izin saya mudik lewat laut.

Untuk balik ke Tanjungpinang,saya rencana akan menggunakan pesawat.Tapi lewat pekanbaru dahulu.Dari padang naik mobil travel ke pekanbaru terus naik pesawat ke tanjungpinang.

Ongkosnya travel 130 ribu dan tiket pesawat Rp 400 ribu.Lumayan terjangkau dan murah meriah.Intinya mudik saya tidak banyak menghabiskan ongkos.Sehingga uangnya bisa digunakan untuk keperluan adik-adik dan sanak keluarga.

Yang membuat saya ingin mudik pas lebaran adalah teman-teman sekolah dulu.Karena mereka saat ini sudah pada menikah dan ada yang sudah punya baby.Tentu acara kumpul kaum istri dan suami itu akan lebih seru.Soalnya pas saya mudik tahun lalu,mereka tak pada ketemu,karena sibuk kerja.Kalau lebaran pasti ketemu karena cuti bersama.

Topik obrolan juga akan lebih menarik,karena pasti membahas soal keluarga hehhehehe...Membayangkan serunya aja saya udah senyum-senyum.

Pokoknya saya tidak sabar lagi untuk mudik,bertemu keluarga,sanak saudara dan teman-teman.Doakan saja semoga perjalanan mudiknya lancar dan saya kembali ke Tanjungpinang selamat dan sehat.Amin

Selengkapnya...

Manfaat Sedekah



Tadi sore menjelang buka saya menyaksikan acara tentang keajiban sedekah di sebuah stasiun tv swasta.Intinya acara itu memberikan inspirasi dan motivasi kepada kita untuk bersedekah dan ikut memetik manfaatnya.

Saya teringat pada masa kecil di usia yang baru memasuki sekolah taman kanak kanak dan SD.Setiap lebaran usai sholat di surau milik keluarga besar,biasanya kami anak-anak mendapatkan uang receh dari para orang tua,paman,etek dan famili lainnya.

Uang koin dan uang kertas berwarna merah itu pun terkumpul di kantong kami.Dengan senang hati kami akan pergi ke pasar untuk menaiki boayan kaliang atau komidi putar manual.

Dari surau biasa melewati sebuah jalan,yang mana di sana ada seorang bapak tua dan buta menengadahkan tangannya.Sebagai seorang anak kecil yang belum tahu apa manfaat sedekah,saya selalu memberi bapak tua itu orang receh.Waktu itu saya memberi dengan alasan kasihan saja dan senang melihat raut gembira di wajahnya.

Sampai kelas lima atau enam SD ritual saya memberi sedekah kepada bapak tua itu terhenti,karena beliau meninggal dunia.Kalaupun memberi sedekah saya biasanya memberi kepada fakir miskin di pasar.

Selain itu pada setiap jumat,saya atas suruhan ibu memberi setengah gelas atau segelas beras kepada anak-anak pengajian yang datang ke setiap rumah meminta sedekah.

Kembali kepada manfaat sedekah tadi yang ternyata sangat besar,tadi saya mencoba merenung.Mungkin apa yang saya dapatkan hari ini adalah bahagian dari manfaat sedekah yang dulu sering saya lakukan.

Kehidupan yang lebih baik dan cita-cita yang tercapai,patut saya syukuri.Setidaknya apa yang telah saya dapat dari Allah telah saya berikan lagi ke Allah sebahagian untuk mendapatkan rezeki yang lebih baik.

Saat ini,sedekah masih saya berikan.Saya cenderung memberikan sedekah kepada para tukang sol sepatu yang suka keliling komplek.Dengan alasan kasian,saya memilih mereka,karena saya sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana capeknya bekerja seperti mereka.

Bulan puasa dua tahun lalu,saya masih ingat ketika saya sedang ada masalah dengan pekerjaan.Sambil membawa motor saya terus berpikir bagaimana urusan itu kelar.Saat itu melintar seorang tukang sol sepatu.Langsung saya memberi sedekah.

Ya Allah,bapak itu dengan mengucapkan terimakasih menaruh uang itu di atas keningnya dan mengucapkan syukur.Dia mengaku seharian tak dapat order mengsol sepatu.Saya hanya meminta doa,supaya masalah saya selesai dan ia mengiyakan.

Alhamdulillah,masalah yang membuat saya tidak nyaman itu akhirnya selesai dan tidak merepotkan saya.

Mohon maaf tulisan itu bukan bermaksud ria,tapi setidaknya makin menguatkan saya tentang manfaat sedekah yang sangat dahsyat.Harapannya,bagi mereka yang selama ini masih enggan mengeluarkan sedikit rezeki dari Allah,bisa berubah dan ikut memetik manfaatnya.Amin








Selengkapnya...