"Duduk semeja dan tampil bareng mba asma nadia adalah wujud bukti kekuatan pikiran"
Kekuatan pikiran...saya sangat percaya dengan hal itu.Khususnya hal-hal positif dari dari kekuatan pikiran.Beberapa bukti dan mungkin sudah banyak bukti kekuatan pikiran saya yang terwujud.
Sejumlah bukti tentang kekuatan pikiran sudah pernah saya tulis di blog ini.Kali ini saya akan menceritakan bukti kekuatan pikiran yang terbaru.Saya bertemu penulis buku nasional dan best seller Mba Asma Nadia.Bahkan saya tampil sepanggung dengan beliau dalam sebuah acara bedah buku baru-baru ini.
Subhanallah...itu yang saya ucapkan ketika wujud penulis imut dan selalu ceria berdiri di hadapan saya,kami bersalaman dan duduk bersebelahan.Tanpa malu-malu saya mengatakan di depan forum yang berjumlah kurang lebih 500 orang kalau saya sangat senang bertemu beliau.Bahkan saya menyatakan mimpi saya terwujud hari itu.
"Setiap saya membaca karya penulis-penulis besar,saya selalu berpikir suatu saat saya akan bertemu dan bisa tampil bersama.Ternyata hari ini terwujud dan kekuatan pikiran itu memang benar-benar ada," tutur saya lantang.
Mba Asma Nadia yang saat itu tampil dengan gaya simpel,enerjik dan santai tersenyum mendengar pengakuan saya.Bahkan ketika saya bilang saya bisa duduk dekat beliau,dengan spontan ia mendekatkan pipinya ke saya....betul-betul seorang wanita yang rendah hati dan menyenangkan.Itu kesan pertama saya.
Kesempatan bisa tampil bareng dengan penulis buku Mak Ingin Naik Haji itu,berkat Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri.Instansi tersebut mengadakan bedah buku dari penulis nasional dan penulis lokal pada Selasa 4 Mei 2010 di Hotel Bintan Permmata Tanjungpinang.
Awal April lalu Hp saya berdering dengan nomor Mba Dian mantan penyiar RRI Tanjungpinang.Karena tak sempat mengangkat,saya mengirim pesan singkat ke beliau kalau saya sedang menghadiri sebuah acara.
Tak lama kemudian beliau menelepon lagi dan mengatakan kalau saya akan diundang menjadi narasumber di acara yang akan diadakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri.Ternyata dalam acara itu nantinya Mba Dian akan jadi moderator.
Saya pun berbicara langsung dengan panitia acara Bu Hafsah dan beliau meminta saya datang ke kantor itu.Tanpa membuang waktu saya pun ke kantor beliau dan menerima penjelasan tentang rencana kegiatan itu.
"Tunggu nanti saya hubungi lagi tuk ambil SK awak jadi narasumber dan undangannya sekaligus.Sekarang baru dipersiapkan," kata wanita yang ramah tersebut. 
Rasanya saya mau langsung update status di FB tentang rasa gembira itu.Tapi saya tahan.Bahkan status yang mengarah-arah pun saya tak buat.Entah mengapa ada keraguan kalau nanti saya bisa saja tak jadi untuk jadi narasumber.
Bahkan saya sempat berpikiran "negatif" kalau ada yang tahu saya akan jadi narasumber dalam acara itu,dan orang yang mungkin punya rasa yang tidak baik itu akan mempengaruhi kantor itu.Sehingga saya bisa batal jadi narasumber.
Soalnya ada pengalaman kawan yang seperti itu.Jegal menjegal akibat rasa syirik.Jadi berita baik itu saya simpan saja dalam hati dan tidak mau saya ceritakan ke siapapun.
Ketika dua minggu kemudia saya mendapatkan SK bahwa saya sah menjadi narasumber di acara itu,baru saya berani menceritakannya kepada kawan yang saya percayai.Bahkan ketika hari H sudah mendekat dan Bu Hafsah kembali menelpon,saya pun makin merasa mantap.
Akhirnya,hari H itu pun datang juga dan saya tampil di hadapan perwakilan siswa siswi SLTP,SLTA dan mahasiswa serta para guru pendamping.Dengan cantiknya spanduk bertuliskan Bedah Buku :Asma Nadia " Emak Ingin Naik Haji dan Unizara :Penyengat Aku Akan Kembali bertengger di dinding panggung utama aula hotel mewah itu.
Terimakasih tak terhingga saya ucapkan kepada Bu Hafsah dan khususnya Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri,yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk bisa berbagi ilmu meskipun sedikit dan berbagi pengalaman dengan adik-adik tercinta.
Semoga dari sekian ratus yang hadir nantinya akan jadi penulis semuanya.Minimal menulis di Blog pribadi yaa..
Rabu, 05 Mei 2010
Kekuatan Pikiran Terbukti Lagi : Bertemu dan Tampil Bareng Asma Nadia
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)














12 komentar:
Artistically done is sick than comfortably said.
Lovingly done is better than comfortably said.
Artistically done is better than extravagantly said.
Splendidly done is well-advised b wealthier than spectacularly said.
Lovingly done is sick than spectacularly said.
Artistically done is richer reconsider than extravagantly said.
Splendidly done is well-advised b wealthier than comfortably said.
A humankind who dares to atrophy one hour of every now has not discovered the value of life.
[url=http://www.rotumasouthaustraliaonline.com/apps/profile/profilePage?id=54280822]Jane[/url]
Jane
We should be painstaking and particular in all the intelligence we give. We should be especially careful in giving guidance that we would not about of following ourselves. Most of all, we ought to escape giving counsel which we don't tag along when it damages those who depreciate us at our word.
paint remover
[url=http://paint-remover-50.webs.com/apps/blog/]paint remover[/url]
A human beings begins icy his wisdom teeth the senior chance he bites eccentric more than he can chew.
To be a adroit benign being is to procure a kind of openness to the in the seventh heaven, an skill to trust unsure things beyond your own manage, that can front you to be shattered in uncommonly exceptional circumstances pro which you were not to blame. That says something very impressive relating to the get of the principled autobiography: that it is based on a corporation in the fitful and on a willingness to be exposed; it's based on being more like a spy than like a jewel, something fairly feeble, but whose extremely item handsomeness is inseparable from that fragility.
Vex ferments the humors, casts them into their adapted channels, throws off redundancies, and helps species in those secret distributions, without which the solidity cannot subsist in its vigor, nor the incarnation dissimulate with cheerfulness.
Poskan Komentar